Dokumen elektronik

Potensi Sumber Daya Hutan 2024
Buku Potensi Sumber Daya Hutan Indonesia ini memuat informasi tentang kerapatan jenis, luas bidang dasar, rata-rata potensi tegakan dan rata-rata biomassa pada tujuh kelompok pulau besar Indonesia yaitu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Potensi tegakan hutan di wilayah provinsi juga dilampirkan sesuai dengan ketersediaan jumlah plot dalam wilayah tersebut.

Neraca Sumber Daya Hutan (NSDH) 2024
Penyusunan Buku
Neraca Sumber Daya Hutan (NSDH) 2024 bertujuan untuk menyajikan gambaran
kondisi awal, perubahan dan kondisi akhir tentang penutupan hutan, potensi dan
potensi moneter hasil hutan berupa kayu pada kurun waktu tahun 2022 – 2023. Data dan informasi yang disajikan pada
skala nasional, tingkat fungsi kawasan hutan, dan skala wilayah provinsi.
Analisis NSDH dilakukan pada Kawasan Hutan dan Area Penggunaan Lain (APL)
per provinsi dengan menggunakan teknologi sistem informasi geografis.
Perhitungan NSDH per fungsi kawasan hutan merupakan angka digital sesuai data
digital Kawasan Hutan daratan di Indonesia berdasarkan perkembangan pengukuhan
kawasan hutan per Februari 2023 untuk kawasan hutan tahun 2022 dan per Februari
2024 untuk kawasan hutan tahun 2023.
Hasil perhitungan secara nasional, luas kawasan hutan Indonesia (yang berupa daratan) pada tahun 2023 adalah 118,2 juta ha, mengalami defisit sebesar 1.484,4 ha. Pada Tahun 2023 luas daratan yang berpenutupan hutan sebesar 96 juta ha atau sebesar 51,2 % dari total daratan. Perubahan penutupan hutan secara nasional mengalami defisit sebesar 121,1 ribu ha atau sebesar 0,1 % dari saldo awal pada tahun 2022. Saldo awal neraca potensi kayu sebesar 12.845,2 juta m3 dan saldo akhir sebesar 12.836,6 juta m3, sehingga potensi volume kayu mengalami defisit sekitar 8,6 juta m3. Sementara untuk Neraca Potensi Moneter Kayu, saldo awal sebesar Rp. 5.123,3 Triliyun dan saldo akhir sebesar Rp. 5.121,3 Triliyun, sehingga nilai potensi kayu mengalami defisit sekitar Rp. 2 Triliyun.

Booklet Data and Information Forest Resources Monitoring
This booklet covering information on Indonesia’s land cover, Indonesia’s deforestation, and the policy to terminate granting new business license on primary natural forest andthe peatlands, a.k.a. the permanent moratorium.

Booklet Data dan Informasi Pemantauan Sumber Daya Hutan
Data dan informasi yang termuat dalam booklet ini antara lain penutupan lahan Indonesia, deforestasi Indonesia, kebijakan penghentian pemberian izin baru sebagai penyempurnaan kebijakan moratorium pada hutan alam primer dan lahan gambut, Neraca Sumber Daya Hutan serta Inventarisasi Hutan Nasional.

Rekalkulasi Penutupan Lahan Indonesia Tahun 2023
Penyusunan buku Rekalkulasi Penutupan Lahan Indonesia Tahun 2023 bertujuan untuk menyajikan data kondisi penutupan lahan terbaru pada kawasan hutan (hutan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi) dan bukan kawasan hutan (areal penggunaan lain - APL) di daratan Indonesia sebagai bahan dalam pengelolaan hutan secara lestari (Sustainable Forest Management), mulai dari perencanaan sampai dengan pemantauan dan evaluasi, dengan sasaran tersedianya data dan informasi penutupan lahan terkini di daratan Indonesia, meliputi luas dan sebarannya (peta) pada Kawasan Hutan dan APL. Rekalkulasi penutupan lahan dilaksanakan melalui analisis data penutupan lahan tahun 2023 pada Kawasan Hutan dan APL per provinsi dengan menggunakan teknologi sistem informasi geografis. Perhitungan rekalkulasi luas penutupan lahan per fungsi kawasan hutan merupakan angka digital sesuai data digital Kawasan Hutan dan Kawasan Konservasi Perairan Indonesia berdasarkan perkembangan pengukuhan kawasan hutan per September 2023. Hasil perhitungan Luas penutupan lahan berhutan seluruh daratan Indonesia adalah 96,2 juta ha (51,2 %) dan non hutan seluas 91,7 juta ha (48,8 %) dan Luas penutupan lahan di dalam kawasan hutan daratan terdiri dari 88,4 juta ha (74,8 %) masih berhutan dan 29,8 juta ha (25,2 %) merupakan lahan tidak berhutan (non hutan). Tabel luas penutupan lahan tahun 2023 berdasarkan 23 kelas penutupan lahan per kabupaten dapat diakses melalui halaman https://nfms.menlhk.go.id/download/tabel-luas-penutupan-lahan-tahun-2023-per-kabupaten.

Pemantauan Deforestasi Indonesia Tahun 2023
Buku ini menyajikan Luas Deforestasi Tahunan baik Deforestasi Bruto maupun Deforestasi Netto pada Kawasan Hutan dan Areal Penggunaan Lain berdasarkan data penafsiran Citra Landsat LDCM (The Landsat Data Continuity Mission) 8 OLI liputan tahun 2022 dan 2023 untuk seluruh wilayah Indonesia.

Rekalkulasi Penutupan Lahan Tahun 2022
Buku Rekalkulasi Penutupan Lahan Indonesia Tahun 2022 merupakan pembaharuan hasil rekalkulasi penutupan lahan tahun 2021. Pada edisi tahun 2022 ini, rekalkulasi penutupan
lahan Indonesia disajikan untuk wilayah 34 provinsi dan 526 Kabupaten/Kota. Data dan informasi yang tersaji dalam buku ini merupakan basis data penutupan lahan yang dapat diolah lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan pengguna. Diharapkan data dan informasi penutupan lahan di dalam dan di luar kawasan hutan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pembangunan baik secara regional maupun nasional serta dapat mendukung perencanaan pembangunan wilayah yang terintegrasi sebagai satu kesatuan ekosistem.

Neraca Sumber Daya Hutan 2023
Penyusunan Buku
Neraca Sumber Daya Hutan (NSDH) 2023 bertujuan untuk menyajikan gambaran
kondisi awal, perubahan dan kondisi akhir tentang penutupan hutan, potensi dan
potensi moneter hasil hutan berupa kayu pada kurun waktu tahun 2021 – 2022.
Data dan informasi yang disajikan pada skala nasional, tingkat fungsi kawasan
hutan, dan skala wilayah provinsi.
Analisis NSDH
dilakukan pada Kawasan Hutan dan Area Penggunaan Lain (APL) per provinsi dengan
menggunakan teknologi sistem informasi geografis. Perhitungan NSDH per fungsi
kawasan hutan merupakan angka digital sesuai data digital Kawasan Hutan daratan
di Indonesia berdasarkan perkembangan pengukuhan kawasan hutan per Februari 2022
untuk kawasan hutan tahun 2021 dan per Februari 2023 untuk kawasan hutan tahun
2022.
Hasil
perhitungan secara nasional, luas kawasan hutan Indonesia (yang berupa daratan)
pada tahun 2022 adalah 118,2 juta ha, mengalami defisit sebesar 107,8 ribu ha
atau sebesar 0,1 % dari saldo awal dari luas awal sebesar 118,4 juta ha. Pada
Tahun 2022 luas daratan yang berpenutupan hutan sebesar 96 juta ha atau sebesar
51,2 % dari total daratan. Perubahan penutupan hutan secara nasional mengalami
defisit sebesar 0,1 juta ha atau sebesar 0,1 % dari saldo awal. Saldo awal
(kondisi tahun 2021), neraca potensi kayu sebesar 12.842,3 juta m3
dan saldo akhir (kondisi tahun 2022) sebesar 12.827,5 juta m3,
sehingga potensi volume kayu mengalami defisit sekitar 14,8 juta m3.
Sementara untuk Neraca Potensi Moneter Kayu, saldo awal sebesar Rp. 5.126,2
Triliyun dan saldo akhir sebesar Rp. 5.119,5 Triliyun, sehingga nilai potensi
kayu mengalami defisit sekitar Rp. 6,7 Triliyun.

Pemantauan Deforestasi Indonesia Tahun 2021-2022
Buku ini menyajikan Luas Deforestasi Tahunan baik Deforestasi Bruto maupun Deforestasi Netto pada Kawasan Hutan dan Areal Penggunaan Lain berdasarkan data penafsiran Citra Landsat LDCM (The Landsat Data Continuity Mission) 8 OLI liputan tahun 2021 dan 2022 untuk seluruh wilayah Indonesia. Dengan memperhatikan hasil permantauan perubahan tutupan hutan dari tahun 2020 dan 2021, dapat dilihat bahwa Angka Deforestasi Netto Indonesia tahun 2021-2022 mengalami penurunan sebesar 8,4 %. Secara umum luas deforestasi yang dinamis setiap tahunnya disebabkan oleh perubahan penutupan lahan akibat aktifitas manusia dalam memanfaatkan lahan sehingga mengakibatkan pengurangan maupun penambahan penutupan hutan. Selain itu, sebagaimana periode sebelumnya, dinamika penutupan hutan di kawasan hutan juga menunjukkan sebaran yang bervariasi pada berbagai fungsi kawasan hutan.
